Tekanan Kerja Timbulkan Depresi

Mengalami tekanan yang berlebihan di tempat kerja akan memberikan risiko dua kali lipat bagi para pekerja mud untuk mengalami depresi dan kegelisahan. Dr Maria Melchior dengan tegas mengatakan bahwa depresi erat kaitannya dengan sejumlah tugas pekerja.
Para pekerja dalam waktu yang cukup lama. Studi di atas 1.000 pekerja berusia 32 tahun membuktikan hal tersebut, dimana 45 kasus baru yang berkaitan dengan depresi dan kegelisahaan erat kaitannya dengan tekanan di lingkungan kerja. Tekanan itu bisa dalam bentuk kurangnya kontrol, kerja lembur, tidak bisa mencapai tenggat, dan besarnya volume pekerjaan.
Karena itulah, melalui paparannya di Journal Psychological Madicine, tim periset itu berharap para pekerja mendapatkan perlindungan untuk urusan kesehatan mental. Untuk menhasilkan temuan yang valid, tim melakukan riset panjang soal ini di Dunedin, Selandia Baru, dengan melibatkan sejumlah profesi seperti akris, dokter, guru, pilot, polisi, dan wartawan. Secara keseluruhan, 10 persen pria dan 14 persen wanita mengaku mereka mengalami depresi dan kegelisahan, dimana risiko ini meningkat dua kali lipat seiring dengan tingginya tekanan pekerjaan. Penelitian juga menyebutkan bahwa depresi ini akan membuat kemungkinan terjadinya kesulitan tidur dan fatigue. Para pekerja yang terancam mengalami depresi dan kegelisahan sangat tinggi adalah mereka yang memiliki beban pekerjaan yang tinggi, namun kurang waktu untuk bersosialisasi.



